Makna filosofi rumah tradisional sunda




MAKNA FILOSOFI RUMAH TRADISIONAL SUNDA

Di dalam rumah adat Sunda, penataan ruang memiliki aturan yang sangat jelas. Setiap ruangan dibagi berdasarkan zona privasi dan kesucian (sakral vs profan), yang mencerminkan cara masyarakat Sunda menghormati keluarga, tamu, serta makanan sebagai sumber kehidupan.

Berikut adalah detail fungsi dan filosofi ruangan utama di dalam rumah adat Sunda:

1. Tepas (Teras / Beranda Depan)

  • Fungsi: Tempat untuk menerima tamu yang baru datang atau sekadar tempat bersantai anggota keluarga di sore hari.
  • Filosofi Sifat Terbuka: Area ini biasanya tidak memiliki dinding pembatas penuh (terbuka). Hal ini melambangkan sifat masyarakat Sunda yang ramah, transparan, dan terbuka dalam menerima siapapun yang bertamu dengan niat baik.

2. Tengah Imah (Ruang Tengah)



  • Fungsi: Pusat aktivitas keluarga, tempat berkumpul, bermusyawarah, hingga tempat tidur bagi anak-anak lelaki.
  • Filosofi Kehangatan & Privasi: Ruangan ini bersifat semi-privat. Di sinilah nilai-nilai keluarga diajarkan dan kebersamaan dirajut. Jika ada acara besar atau selamatan (hajat), dinding penyekat portabel (tali bambu/bilik) bisa digeser agar ruangan menjadi lebih luas untuk menampung kerabat.

3. Pangkeng (Kamar Tidur)



  • Fungsi: Kamar tidur utama yang dikhususkan untuk kepala keluarga (suami-istri) atau anak perempuan.
  • Filosofi Kehormatan Perempuan: Dalam tradisi Sunda, anak perempuan sangat dijaga kehormatannya. Letak pangkeng biasanya berada di area yang lebih dalam dan tertutup agar privasi mereka benar-benar terlindungi dari pandangan luar.

4. Pawon (Dapur)



  • Fungsi: Tempat memasak dan menyiapkan makanan sehari-hari. Di dalam pawon terdapat hawu (tungku tanah liat tradisional yang menggunakan kayu bakar).
  • Filosofi Kehidupan & Kehangatan Rumah Tangga: Pawon adalah lambang kesejahteraan keluarga. Rumah yang hidup adalah rumah yang asap hawu-nya mengepul setiap hari. Di area ini pula sering kali para wanita berkumpul dan bercengkrama, menjadikannya ruang sosial yang hangat bagi kaum ibu.

5. Padaringan / Goah (Lumbung Beras Kecil)

  • Fungsi: Ruangan khusus yang terletak di dekat atau di dalam pawon untuk menyimpan beras dan persediaan makanan pokok.
  • Filosofi Kesucian & Penghormatan Dewi Sri: Bagi masyarakat Sunda, beras bukan sekadar makanan, melainkan titipan dari Nyi Pohaci Sanghyang Asri (Dewi Padi). Oleh karena itu, goah dianggap sebagai area paling sakral di dalam rumah. Ruangan ini biasanya gelap, tertutup, dan hanya boleh dimasuki oleh ibu rumah tangga (perempuan) dengan aturan/adab tertentu agar berkah makanan di dalam rumah tidak hilang.

Hubungan Antar Ruang: Pola Depan ke Belakang

Jika diperhatikan, alur rumah Sunda bergerak dari Tepas (paling luar/publik) $\rightarrow$ Tengah Imah (semi-privat) dan Pawon & Goah (paling dalam/sakral). Pergerakan ini menggambarkan perjalanan dari dunia luar yang ramai menuju dunia domestik yang tenang, intim, dan penuh berkah. 

Snb project, 9 September 2026

Komentar

Postingan Populer